7 Des 2011

JIKA INGIN JADI "TKI"

Saat suami saya memutuskan untuk berangkat ke kota Aljubail Saudi Arabia pada tahun 2008 yang lalu sebagai TKI, banyak hal yang harus dicapai selama berada di negara Saudi Arabia dan harus tercapai targetnya hanya 3 tahun saja.

Pertama yang harus didahulukan suami mencari sendiri apartemen yang murah agar ada uang sisa untuk tambahan tabungan walaupun perusahaan menyediakan apartemen, yang kedua bersama saya dan anak-anak menunaikan ibadah umroh dan ibadah haji, yang ketiga berhemat atau tidak boros membeli sesuatu barang sesuai kebutuhan yang paling penting saja, yang keempat tidak ikut-ikutan orang lain ini-itu punya ini itu, yang kelima hidup sederhana tidak glamour karena tinggal di negara Saudi Arabia hanya untuk ibadah dan mengumpulkan pundi-pundi agar dapat membuka usaha bila pulang ke tanah air Indonesia.

Saya masih ingat saat tinggal di kota Aljubail Saudi Arabia, saya sekeluarga selama 3 tahun tersebut sengaja tidak membeli kendaraan sendiri seperti kebanyakan teman lain disana, bila bepergian selalu dengan taxi saja,he,he,he padahal biasanya kalau di Indonesia selalu dengan mobil sendiri, bisa menyetir sendiri mengantar anak-anak ke sekolah, kalau di Saudi Arabia wanita dilarang nyetir mobil makanya selalu antar jemput dari sekolah untuk kedua anak ke sekolah dan pulang ke apartemen.

Alhamdulillah sekarang sudah tercapai semua target suami sebagai TKI selama 3 tahun di kota Aljubail Saudi Arabia, banyak sukanya bila dibandingkan dukanya yaitu bisa beribadah umroh dan beribadah haji sekeluarga serta bisa mengumpulkan uang reyalnya sehingga terwujud bisnis/ usaha Kos-Kosan Putri, Nura Shop, Rental Mobil di tanah air kota Yogyakarta.

Itulah pengalaman saya selama mengikuti suami kerja sebagai TKI di kota Aljubail Saudi Arabia, bila sahabat ingin menjadi TKI harus ada skill/keahlian khusus, harus direncanakan atau ditargetkan berapa lama kerja tidak usah menunggu habis kontrak kerjanya, pikirkan apa yang harus diwujudkan dengan kumpulan uangnya, agar siap segalanya setelah kembali ke tanah air.


26 komentar:

  1. Mba tampilan hurufnya kok terlalau besar yaa... sama warnanya sepertinya terlalau menyolok
    padahal info dan isinya kan bermanfaat

    BalasHapus
  2. tumben mbak postingannya bukan produk yang dijual mbak,.

    BalasHapus
  3. Hebat banget pengalamannya mb Nura..
    Memang harus pinter2 mengelola keuangan yah mb, agar jerih payah kerja jauh2 dinegeri orang tidak sia2..

    BalasHapus
  4. @ Big sugeng
    sengaja huruf saya besarkan,karena dulu terlalu kecil ada yang tidak bisa baca tanpa kaca sambungan.
    ok deh warna nanti saya ganti yang tidak terlalu menyolok.

    BalasHapus
  5. @ Obat Herbal
    agar bervariasi postingannya, tidak cuma produk yang dijual.

    BalasHapus
  6. setuju dengan syarat memiliki keahlian khusus atau skill bila ingin bekerja di luar negeri, bukan hanya mengandalkan otot dan tenaga saja, dan dengan kemampuan skill itu maka TKI bisa lebih dihargai oleh majikan :-)

    BalasHapus
  7. wah alhamdulillah yah
    saya juga ingin ke sana mbak

    BalasHapus
  8. Selamat berusaha di negeri sendiri Ibu... :)

    btw, emg boleh putus kontrak ya Bu?

    BalasHapus
  9. Terima kasih telah berbagai pengalaman..salam kenal mbak

    BalasHapus
  10. selamat mba ^__^, berarti ini sudah sukses toh?....jadi pelajaran buat kami...

    BalasHapus
  11. sebaiknya memamng begitu ya mengumpulkan uang untuk modal usaha disini

    BalasHapus
  12. sungguh hasil yg nikmat dari hasil perjuangan keras bekerja
    selamat mba
    semoga keberkahan selalu dilimpahkan

    BalasHapus
  13. sekarang sudah di tanah air ya bu?
    pasti menyenangkan tinggal d sana ya..

    BalasHapus
  14. terus gimana dengan kabar2 yg berdar di media gitu mabak? kan banyak cerita TKI sengsara di arab

    BalasHapus
  15. Siyogyakarta...? dimana Mba ?

    Buka KOST PUTRI, daerah mana ya...

    BalasHapus
  16. @ Choirunnangim
    kos putrinya di Jl Sadewa Wirobrajan Yogyakarta.

    BalasHapus
  17. @ Kira
    TKI yang tidak punya skill/keahlian khusus yang sengsara di Arab,modalnya cuma nekat.
    kalau TKI profesional tidak sengsara, karena kebutuhan sekeluarga semuanya ditanggung oleh perusahaan.

    BalasHapus
  18. Saya punya cita-cita jadi tenaga profesional yang bekerja di luar negeri... Tapi terkendala bahasa *malu*

    BalasHapus
  19. hadir lagi di sini menyapa,
    mohon izn follow #1607 sukses terlaksana...salam :-)

    BalasHapus
  20. oh kos putrinya di Jl Sadewa Wirobrajan..
    ya ya,, terima kasih mba Nura..
    karena aku diUMY jadi aku tinggal didekat kampus... succes selalu buat segala ragam usaha yang mba Nur...

    BalasHapus
  21. aku suka kalimat terkahir :
    bila sahabat ingin menjadi TKI harus ada skill/keahlian khusus, harus direncanakan atau ditargetkan berapa lama kerja

    BalasHapus
  22. Salam

    Baru berkunjung lagi mbak..
    Wah info nya bagus mbak.. Thanks sudah share..

    BalasHapus
  23. bener tuch....kebanyakan kan cuma asal berangkat aja!

    BalasHapus
  24. thanks sharing nya ya Mbak! memang seharusnya TKI harus siap baik mental maupun keahliannya ya Mbak!

    BalasHapus
  25. nice artikel yaa mbak...:)
    salam kenal:)hebatt yaa mbak ini...

    BalasHapus

Terimakasih sahabat telah menuliskan komentar.