Setelah pulang ketanah air tgl 3 bulan Juli tahun 2011 lalu, kedua anak saya meneruskan sekolahnya di SMA dan SMP Muhamadiyah 3 Yogyakarta, alhamdulillah walaupun rumit persyaratannya akhirnya bisa masuk sekolah hingga saat ini.
Awal mendaftarkan pindahan sekolah anakku yang sulung, sangat rumit karena sudah klas 0 level di Mariya International School kota Aljubail Saudi Arabia dan tidak berijazah layaknya sekolah di Indonesia hanya raport dan sertifikat tanda kelulusan serta sertifikat exelencenya.
sertifikat exelence 0 level untuk anakku sulung dari Mariya International School kota Aljubail Saudi Arabia
raport kedua anakku dari Mariya International School kota Aljubail Saudi Arabia
Sebenarnya tinggal masuk kuliah saja karena anakku tersebut sudah 0 level yang bersetara dengan kalas 3 SMA, tetapi karena di kota Yogyakarta mengharuskan dan mementingkan ijazah SMA nya, makanya anakku tetap diharuskan mengulang klas 3 SMA agar bisa ikut ujian untuk mendapatklan ijazah.
Akhirnya saya dan suami mengurus ke Dinas Pendidikan kota Yogyakarta dengan membawa berkas lengkap dari Mariya International School dan berkas dari Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Riyadh Saudi Arabia, tetapi tetap saja keterangan dari Dinas Pendidikan tersebut mengharuskan anakku mengulang masuk klas 3 SMA dahulu agar bisa ujian dan mendapatkan ijazah.
Saya dan suami mengatakan bahwa Ijazah Indonesia ada tetapi dari Home Schooling, tetapi Dinas Pendidikan tetap mengharuskan Ijazah dari SMA sekolah formal kota Yogyakarta.
Sebegitu pentingnya Ijazah sampai mengharuskan anakku mengulang klas 3 SMA untuk mendapatkan Ijazah, walaupun sudah jelas di kota Aljubail Saudi Arabia tanda kelulusan tidak ada Ijazah, hanya raport dan sertifikat saja.




rumit juga ya mbak mengurusnya. sebegitu pentingnya ijazah ya. masih heran deh kalau homeschooling kenapa harus diikutkan sekolah lagi hanya untuk mengejar iajazah ya
Kalo di Indonesia ijasah emang paling penting.. Yang penting ijasahnya tapi pendidikannya nomor sekian.
Nice ..blog walking,salam kenal, Drop Here okay
subsafan.blogspot.com
mesti belajar dari mba Nura nih
TFS ya mba :)
mungkin buat tanda bukti juga bu kalau ijazah itu penting di negara kita,,
wah,sperti ada yang salah di sistem pendidikan kita. yang mana ijazah lebih penting dari ilmunya.. :(
Indonesia adalah negara "bukti fisik" Mbak, segala sesuatu tidak didasarkan pada kemampuan tapi pakai selembar kertas yg namanya ijasah...
Tukang bangunan lulusan SMK yg pengalamannya banyak dan sudah teruji, akan dipandang sebelah mata dan lebih mengunggulkan Insinyur dengan nol pengalaman...
begitulah mbak, beda negara beda peraturan hehe, sukses buat anaknya :)
Hal tersebut pernah saya alami pada saat saya SD di Sekolah Singapura Mba. Padahal pada saat saya sekolah disana saya bersekolah di KBRI Singapura, namun pada saat mau mengikuti ujian kelas 6 SD saya pulang malah saya disuruh mengulang dari ulang kelas 6-nya.
Namun, perjuangan dan kegigihan orang tua saya ke dinas pendidikan pada saat waktu tersebut gigih hingga final dan kebetulan pada waktu tersebut saya sekelas dengan anak seorang pejabat tinggi KBRI di Singapura maka hal ini dapat diselesaikan dengan cepat Mba. Namun bagaimana pun saya pernah merasakan dalam kondisi yang sama seperti anak Mba sekarang pada sat waktu itu.
Saya ikut prihatin Mba. Namun percayalah, pasti Allah akan menggantikkan dengan yang terbaik, seperti apa yang di alami oleh saya pada saat tersebut.
Sukses selalu ya Mba.
Salam
Ejawantah's Blog
yach.... selalu saja rumit. kalau bisa dipermudah kenapa siy selalu diperumit. begitulah indonesiaku.
jasa back link
yah berarti sayang dong mbak nura :( aku malah baru ngerti kalo ada yg begituan . Apa gak bisa diusahain di dinas pendidikan pusat ?
Yah... seperti itulah Indonesia... autodidak saja ga cukup.
lain padang lain belalang,
lain Saudi Arabia, lain pula Indonesia dalam menerapkan kebijakan sistematis pendidikan-nya..dan apalah mau dikata..bagi para anak didik di Indonesia mau tak mau harus mengikuti standar peraturan birokrasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia..like or dislike :)
mau tak mau harus mengikuti peraturan yang ada
berarti tambah satu tahun lagi sekolahnya
wahh, kenapa nggak dilanjutin SMA di sana aja mbak?
hehe
Betul mbak, beda negara beda peraturan... Betul juga kalau di negara kita itu, ijazah no. 1, ilmu no. sekian. Terbukti dgn pengalaman saya dulu, ada seorang atasan di perusahaan, ijazah B. Inggris, tapi dia diangkat jadi kepala teknisi (nggak nyambung), bisa ditebak, dia nggak bisa kerja sesuai bagiannya, anak buahnya sendiri ngeledek dia, waktu itu saya ijazah masih D1, akhirnya lihat kenyataan begitu, saya "panas/iri" dlm arti positif, ooh ternyata yg penting itu ijazah, saya kuliah lagi dan dpt S1. Yah.. sabar saja menjalaninya, itu bagian dari perjuangan. Ngomong2, sudah lama saya tidak blogwalking kesini. Salam buat keluarga,mbak :D
itulah salah bukti pentingnya ijazah....
wah gitu ya, ribet banget ya, sekarang kebijaksanaan dah langka
bagus ni informasinya....thanks